Disini saya
hendak sedikit berbagi cerita tentang pengalaman saya tentang arti dari sebuah
“toleransi agama”. Saya tumbuh kembang di keluarga yang ketat melakukan
disiplin agama. Di rumah, ayah saya secara disiplin mengingatkan anaknya untuk
sholat, dan selanjutnya mengaji apabila sholatnya sholat maghrib. Namun halnya
ayah saya secara terang-terangan kurang menyukai orang dari agama lain. Sedikit
saya terpengaruh dengan sikap tersebut.
Namun disuatu
saat, ada sebuah kejadian, atau mungkin peristiwa yang mengajarkan saya untuk
memahami apa arti toleransi agama sebenarnya. Peristiwa ini terjadi beberapa
saat yang lalu ketika bulan september. Belakangan ini saya pergi ke Belanda, ke
rumah kakak laki-laki saya. Yang turut serta adalah om, tante, serta sepupu
saya. Sedangkan keluarga saya tidak turut serta, ya secara finansial kurang
memungkinkan kami semua pergi secara bersama-sama, saya diberi kesempatan pergi
kesanapun saya sudah bersyukur sekali.
